Yurisistables

Archive for the ‘Fanfic’ Category

Tibalah hari Sabtu, hari yang ditunggu-tunggu semua mahasiswa-mahasiswi universitas Minhwa.
Hari ini diadakan dance battle semifinal.
Kembali, grup Big Bang yang menjadi juri. Mereka akan memilih 10 grup dari 20 grup yang ada. Dan ke 10 grup yang lolos ke final akan bertanding lagi untuk memperebutkan juara 1, 2 dan 3.

Arena dance battle telah dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi universitas Minhwa. Selain itu, juga ada beberapa penonton dari luar yang datang dan memberikan support ke grup favorit masing-masing.

Yuri beserta ketiga temannya berjalan ke ruang ganti baju hendak mengganti pakaian mereka.
Tiffany, Seohyun, dan Yoona masih mendandani diri mereka. Karena takut Minho menunggu lama, Yuri pun berjalan keluar menghampiri Minho yang sedang tunggu di luar.

Saat keluar dari ruang ganti baju, Yuri berpapasan dengan Taeyang.
Yuri melihat ke arah Taeyang, dan untuk pertama kalinya, Taeyang tersenyum kepada Yuri.
Yuri terkejut, dan segera ia membalas senyum Taeyang dengan senyumnya yang manis.

Sambil tersenyum-senyum, Yuri menghampiri Minho yang sedang melihat pemandangan dari balkon kampus.
Minho menatapi Yuri.
“Kok senyum-senyum sendiri?” tanya Minho penasaran.
Yuri hanya menggeleng, tetapi ia masih saja tersenyum. Minho menyenggol siku Yuri bermaksud menyuruhnya untuk menceritakan apa yang telah terjadi.
“Tadi.. aku berpapasan dengan Taeyang. Pertama kalinya dia tersenyum..” Yuri menceritakan dengan penuh semangat dan senang. “Biasanya dia selalu cuek dan cool.. Tapi kenapa yah dia tiba-tiba tersenyum??” lanjut Yuri sambil terus membayangkan wajah manis Taeyang. “Ternyata kalau dia tersenyum, manis juga yahh..” kata Yuri dalam hatinya.
“Mungkin dia sudah mulai suka dengan Yuri sunbae??” sindir Minho.
“Huh, dasar..” Yuri memukul tangan Minho dengan ringan. Ia merasa malu setiap kali Minho menggodanya dengan Taeyang.
Dari seberang, terlihat Tiffany, Seohyun, dan Yoona yang datang menghampiri mereka.

Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Saatnya dance battle dimulai.
Mereka berjalan ke belakang pentas, bersiap-siap menunggu giliran untuk tampil.
Setelah 2 minggu persiapan, 4th Generation pun bersemangat untuk menampilkan yang terbaik. Dance battle kali ini, mereka mendapat urutan ke 12.

Minho dan anggota SHINee memberikan support kepada mereka.
4th Generation dan SHINee berkumpul membentuk lingkaran, menyatukan tangan mereka dan dengan serentak menjerit “GoGoGo FIGHTING…!!!!”
“Wooh!!” sorak Taemin dan Key.
“Yeah, fighting..!!” kata Tiffany semangat.
…..
Giliran peserta ke 11 yang tampil….
Keempat gadis tersebut berdiri disamping pentas, bersiap-siap untuk keluar.
“Fighting 4th Generation!!!” kata SHINee serentak.
Minho berdiri di samping Yuri.. “Fighting Yuri sunbae!” Minho berbisik di telinga Yuri.
“Ne,” Yuri tersenyum, “Fighting!”

Giliran peserta ke 12…
Terdengar sorak sorai dari penonton.
Saat berjalan menuju ke tengah pentas, Yuri melihat ke arah juri sejenak. Ia menyadari Taeyang sedang melihatnya. Karena malu, Yuri segera melarikan pandangannya ke penonton.
Mereka pun berpose di tengah… Music start…!!!
…..
“WOOOHHH!!!!!” penonton berteriak dengan heboh…
Terdengar ada yang menjerit“4th Generation..!!!”
Ada pula yang menjerit “YURIII!!!!”, “YOONNAA”, “SEOHYUNNN”, “TIFFANNYY.”
Penampilan freestyle mereka sungguh memukau.
Mereka tampak sangat keren, hot, dan sexy!!
…………..
Penampilan mereka pun selesai.
Para penonton memberikan applause yang meriah…
“WOOOHH!!!”
Selanjutnya, mari kita sambut peserta ke 13…..

4th Generation kembali ke belakang pentas.
Minho, Key, Jonghyun, Taemin, dan Onew memberi mereka applause.
“That’s so cool!!” kata Onew.
“You guys did a great job!!” puji Jonghyun.
“Thanks..” jawab Yoona dengan ramah.
Mereka pun membentuk lingkaran lagi, menyatukan tangan mereka dan dengan serentak menjerit “GoGoGo Fighting..!!”

Peserta ke 19…..

Dan peserta ke 20…..

Semua peserta pun telah menampilkan dance mereka.
Ada yang memakai konsep hip hop, locking, popping, break dance, freestyle, dsb…..

5 menit kemudian, TOP, salah satu juri tersebut, menyuruh para peserta/grup untuk berkumpul di bawah pentas untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampaikan.

“Demikianlah penampilan dari para peserta. Juri telah menentukan 10 grup yang berhasil lolos ke final yang akan berlangsung bulan Januari tahun 2011. Sulit sekali untuk menentukannya karena semua grup menari dengan sangat bagus dan dengan style unik mereka masing-masing. Baiklah, langsung saja saya umumkan ke 10 grup yang berhasil lolos.!!! Mereka adalah …..”

Yuri tampak sangat gugup. Minho menggenggam tangannya.

“… 4th Generation…”
Yuri mendengar nama grup mereka yang artinya mereka berhasil lolos ke final..!!!!
Karena terlalu senang, Yuri langsung memeluk Minho yang berada disampingnya.
Tiffany lompat kegirangan. Kemudian mereka saling memeluk satu sama lain.
Anggota SHINee memberi selamat ke mereka. Begitu pula grup dan penonton lain, mendatangi mereka dan memberi ucapan selamat karena berhasil lolos ke final.

“Bagi peserta/grup yang tidak lolos, jangan berkecil hati karena sesungguhnya kalian semua adalah pemenang. Sekian dance battle babak semifinal, sampai jumpa lagi tahun depan di babak final yang lebih seru..!!! Good luck everyone.. Have a nice day.. See you..!!” TOP mengakhiri acara perlombaan tersebut.

*****
Semenjak Minho dan Yuri dekat, grup SHINee dan 4th Generation juga sangat dekat.
Setelah acara dance battle, mereka berencana untuk pergi lunch bersama-sama.
Cuaca sangat sejuk. Dengan pakaian tebal mereka bersembilan jalan kaki, hendak pergi makan steamboat di restoran Seoul Garden yang terletak tidak jauh dari kampus mereka.
Mereka memilih makan steamboat untuk menghangatkan diri mereka.

Dalam perjalanan, SHINee dan 4th Generation saling bercanda tawa.
Jonghyun, Key, Onew, Taemin, Tiffany, Seohyun, dan Yoona jalan bersama di depan.
Minho dan Yuri jalan berdua di belakang.
“Noona ah..” Minho memanggil Yuri yang berdiri disampingnya.
“Ne? Waeyo?” tanya Yuri.
“Christmas is coming soon..!!” kata Minho.
“Hahahaha.. iyaa..!! Yayyy..!!”
Keduanya pun tertawa.

Tidak lama kemudian, sampailah mereka di restoran Seoul Garden.
Banyak orang siang itu.
Mereka memilih meja yang muat untuk 9 orang.
Selain memesan steamboat, mereka juga memesan bulgogi.. Nyam-nyam..

15 menit kemudian, pesanan pun datang.
“Awas panas..” Minho mengambilkan bulgogi dan menaruhnya ke mangkuk Yuri.
‘Iya..” jawab Yuri.

“Uhhh.. panas..” Tiffany menghembus tangannya yang terkena percikan panas.
Mereka semua pun makan dengan lahap.
“Oh iya, dengar-dengar liburan semester ini ada retreat bareng ya?” tanya Seohyun.
“Iya, tapi hanya anggota Minhwa Dance Club yang boleh ikut. Soalnya kayaknya sih kita akan ke Busan untuk mengikuti training sekalian liburan.” Jonghyun menjelaskan.
“Enak dong!!” kata Yoona dengan semangat.
“Yayyy!!!” Tiffany dan Yuri menjerit bersama.
Semuanya pun tertawa.

Jam menunjukkan pukul 3 siang.
Setelah makan dan jalan-jalan, mereka kembali ke kampus.
SHINee diharuskan kembali mengikuti latihan dance gelombang kedua karena mereka adalah grup baru sehingga harus mengikuti latihan yang ekstra.
Sementara itu, 4th Generation memilih untuk berada di kampus hari ini.

SHINee memulai latihan dance mereka yang dipimpin oleh GD dan Seungri.
4th Generation duduk di bangku istirahat yang ada di ruang latihan.
Seohyun duduk bersandar sambil mengotak-atik laptopnya.
Yoona sibuk dengan hp-nya. Yuri sedang mendengar lagu dan Tiffany yang sedang duduk-duduk dan melihat SHINee serta grup-grup lain yang sedang latihan dance.
“Duh, ke toilet dulu ya..” Yuri pun permisi dengan ketiga temannya itu dan pergi ke toilet.

Saat hendak balik ke ruang latihan, Yuri bertemu dengan Taeyang lagi. Hari ini sudah 2 kali Yuri berpapasan dengan Taeyang.
Keduanya saling melihat satu sama lain.
Yuri berhenti berjalan. Taeyang berdiri di depannya.
“Annyeonghaseyo..” Keduanya menyapa, menunduk 90 derajat sambil tersenyum.
Kemudian mereka hanya berdiri dan tidak berbicara.
Karena merasa sangat canggung, Yuri pun memilih berpamitan untuk pergi.
“Kalau begitu, saya permisi dulu, Taeyang oppa..” kata Yuri sambil menunduk 90 derajat.
Kemudian ia pun berjalan melewati sebelah Taeyang.
“Tunggu.” Tiba-tiba saja Taeyang memegang tangan kiri Yuri.
Yuri berhenti berjalan. Ia sedikit terkejut.
“Bisakah kita bicara sebentar?” tanya Taeyang.
Ia pun melepaskan tangan Yuri.

*****
Yuri dan Taeyang duduk di bangku taman kampus.
Cuaca sangat sejuk, namun lumayan banyak orang di taman tersebut. Ada yang sedang jalan-jalan, ada yang sedang duduk-duduk, membahas tugas dan berbincang-bincang.

“Chukhaeyo, Yuri ssi..” kata Taeyang dengan cool.
Kemudian ia pun tersenyum.
“Hehe.. Gomawo Taeyang oppa..” jawab Yuri dengan senyumnya yang manis.
“Ohh, chukhaeyo juga karena dapat juara 1 dalam perlombaan di Jepang kemarin.” lanjut Yuri. Ia mengulurkan tangannya, hendak memberi selamat ke Taeyang.
“Ohh, gomawoyo..” Taeyang tersenyum dan menyalami tangan Yuri.
“Hehe..” Yuri tertawa kecil (supaya tidak canggung dan segan).
Keduanya melepaskan tangan.
Hening sejenak……………

“Yuri-ah, mianheyo…” saat Taeyang hendak melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba dari belakang.. “Yuri sunbae!!” terdengar seseorang menjerit.
Yuri dan Taeyang segera membalikkan badan mereka dan melihat Minho sedang berjalan mendekati mereka. Yuri dan Taeyang pun berdiri dari bangku. Minho berdiri di depan mereka. Ketiganya saling menunduk 90 derajat. Taeyang dan Minho saling tersenyum ke satu sama lain.
“Minho-ssi, waeyo?” tanya Yuri dengan muka penasaran dan sedikit kesal.
“Aniyo…” jawab Minho. “Sunbae-nim, apakah saya mengganggu?” tanya Minho karena ia sadar bahwa Yuri tampak kesal dengannya.
“Ahh, tidak kok.” jawab Taeyang dengan ramah. “Emm.. kalian ada perlu?? Kalau begitu, saya permisi dulu..” Taeyang menunduk 90 derajat lagi. Ia tersenyum ke Yuri dan Minho, kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Ooo….!!!” Yuri bermaksud memanggil Taeyang yang sedang berjalan pergi, tetapi ia tidak berani. Yuri langsung terduduk pasrah. Mukanya tampak kecewa dan sedih.

“Oh? Sunbae…” Minho memanggil Yuri.
Yuri tidak menghiraukannya.
“Ah, jinca.. Noona ahh..” Minho memanggil Yuri lagi.
“Huh..” Yuri sengaja membuat dirinya tampak sedih, marah, kesal, dan ngambek.
Minho pun duduk di samping Yuri.
“Ya, mianheyo, Yuri noona..” Minho merangkul bahu Yuri.
Yuri melihat Minho sejenak. Karena tidak tahan dengan wajah Minho yang chubby (cute, handsome), Yuri pun tertawa. “Hahahahaha… iya-iya.. gak apa-apa kok… kamu gak salah, Minho dongsaeng..” kata Yuri. “Aku sengaja ngambek, weqq” Yuri mengeluarkan lidahnya, mengejek Minho.
“Hehehehe…” Minho mencubit hidung Yuri.
“Aaaduuuhhhh…….. ” Yuri merengek seperti anak kecil.
Kemudian keduanya pun berjalan kembali ke ruang latihan.
“Emang tadi kamu panggil aku kenapa sih??” tanya Yuri.
“Mmm.. Kenapa ya??” Minho berpura-pura berpikir.
“Isshh… Pasti sengaja.” canda Yuri.
“Hahaha.. Gak lah.. tadi aku ke kantin bentar, pergi beli minum, trus waktu mau balik nampak noona sama Taeyang hyung sedang duduk berdua. Saya kan bermaksud menyapa kalian.. Hehehehe..” kata Minho dengan muka tak berdosa.
“Ohhh…. Tapi waktu-nya gak tepat..” kata Yuri.
“Emang kenapa gak tepat??” tanya Minho kebingungan.
“Tadi tuh si Taeyang kayak mau bilang sesuatu. Tapi entahlah…” Yuri menjelaskan.
“Hah??”
“Udahlah, lupain aja..” Yuri pun berjalan memasuki ruang latihan.
Minho yang masih kebingungan pun mengikuti Yuri dari belakang.

Tepat jam 6, mereka pun pulang dari kampus.
Hari ini, Yoona tidak menyetir mobil karena Jonghyun dan anggota SHINee yang mengantar mereka semua pulang.

Sampailah mereka di apartment.
Yuri segera menghempaskan tubuhnya diranjang.
“Capek…”
Ia mengambil hp Blackberry-nya, mengsign-in twitter accountnya dan meng-update status:
“What a tiring day.. However, I’m so happy because finally he smiled at me. It’s not the first time we talk to each other, but it really seems to be the first time..^^”
“Anyway, I’m so curious about what he wanted to say just now. Hope next time, he’ll continue his word. LOL Good night~ ^^”

*****

Tags:

Cuaca pagi ini sangat sejuk. Yuri duduk termenung di dalam kelas. Ia melihat ke arah luar jendela.

Tepat pukul 8 pagi, dosen memasuki kelas.
Hari ini, mereka diberikan lecture tentang cara berakting yang baik.
Untuk drama kali ini, Yuri sekelompok dengan Tiffany, Yoona, Seohyun dan 6 temannya yang lain. Mereka akan menampilkan drama musical yang memadukan dance dengan akting. Namun, drama ini akan ditampilkan tahun depan, tepatnya bulan Januari 2011, sehingga Yuri tidak terlalu khawatir karena proposal dramanya belum selesai diketik.

Pelajaran hari ini pun selesai.
4th Generation mencari ruangan kosong di lantai 2. Mereka akan melakukan latihan dance hari ini. Choreographer dance mereka dibuat bersama-sama.
“…turn right and down…” Yuri memimpin dance tersebut.

Choi Minho berdiri di pintu ruangan, melihat mereka latihan.
Dari pantulan kaca, Yuri menyadari keberadaan Minho. Ia berbalik dan berjalan mendekati Minho.

“Annyeonghaseyo.” Keduanya menunduk 90 derajat dan saling menyapa.
“ Yuri sunbae ah…” Minho berhenti sejenak. “Apakah sunbae punya waktu malam ini?” lanjutnya.
Untuk kedua kalinya, Minho mengajak Yuri untuk keluar.
Yuri tersenyum dan tanpa berpikir panjang ia pun mengangguk.
Yuri tidak menolak ajakan Minho karena ia tidak ingin membuat Minho sedih.

Dalam hati, Minho berkata “YES!!”
“Kalau begitu, aku akan menjemput sunbae malam ini.. jam 7??” kata Minho dengan penuh semangat.
“Iya…” jawab Yuri dengan suara lembut.
“Di…??” tanya Minho lagi.
“Apartment di Gyeongsang street..” jawab Yuri.
“Deal!! Kalau begitu, saya permisi dulu, Yuri sunbae.. Mianheyo sudah mengganggu..” Minho menunduk 90 derajat.. “Annyeong..” Sambil terus tersenyum, ia pun pergi.

“Hueh!! Jam 7 malam kemana nih?? Cuit.. Cuit…” sindir Tiffany.
Ketiga temannya itu mencuri dengan perbincangan mereka.
“Haha…” Yuri menggeleng tanda tak tau.
Mereka pun melanjutkan latihan dance.

*****
Jam menunjukkan pukul 4 sore.
Keempat gadis tersebut pergi ke supermarket sebelum pulang ke apartment.
Mereka membeli buah-buahan.
Yuri membeli satu kotak buah strawberry. Selain itu, ia juga membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Setelah selesai membeli barang, mereka pun pulang.

Sesampainya di apartment, Yuri segera mempersiapkan dirinya, memilih baju yang akan digunakan malam nanti. Ia dibantu oleh ketiga temannya itu.
“Kalau yang ini?” tanya Seohyun sambil memperlihatkan sebuah gaun pesta.
Yuri menggeleng. “Terlalu over,” lanjutnya.
“Yang ini coba..!!” Yoona mengeluarkan sebuah dress dari lemari pakaian.
“Yang itu terlalu seksi..” Tiffany langsung mengomel.
Setelah 20 menit memilih baju, Yuri akhirnya memilih memakai pakaian simple, yaitu baju atasan berlapis cardigan dan celana panjang jeans.
Yuri memulai make-upnya. Tidak lupa ia juga memakai parfum.
Ia tampak simple, namun tetap saja cantik dan manis…!!!!!!

Tepat jam 7 malam…
“Fighting honey…!!!” Tiffany memberi semangat.
“Hahaha..” Yuri tertawa, seperti mau ikut ujian saja, pikirnya.
“Have fun ya, Yul…” kata Seohyun.
“Iyaa…”
Yuri menutup pintu apartment.
Ia menaiki lift dan turun ke lantai 1.
Cuaca malam itu sangat dingin.
Ia berdiri di depan apartment, menunggu jemputan Minho.

Tak lama kemudian… TIN TIN…
Terdengar suara klakson mobil. Terlihat pula cahaya silau dari lampu mobil Minho.
Minho segera turun dari mobilnya.
“Annyeonghaseyo..” keduanya saling menunduk 90 derajat.
Minho membukakan pintu mobil, mempersilakan Yuri untuk masuk.
Keduanya duduk dan tidak lupa memasang seatbelt.

Dalam perjalanan…
“ Kita mau kemana nih?” tanya Yuri.
“Yuri noona pengen dinner dimana??” tanya Minho.
“Mmm… Gimana kalau di warung Hoban.. Aku pengen makan 보쌈 (bossam)!! Hehehe..” jawab Yuri sambil tertawa kecil.
“Sipp lahh…” jawab Minho.

Sampailah di warung Hoban. Warung ini sangat terkenal dengan makanan khas mereka, Daeji Bossam.
Warung Hoban sangatlah ramai malam itu.
Yuri dan Minho pun memesan makanan.

15 menit kemudian, pesanan datang.
“Huhh.. panas..” Yuri menghembus tangannya yang terkena piring yang ternyata masih panas.
“Sini, biar saya ambilkan.” Minho pun mengambilkan sayur dan daging babi, kemudian meletakkannya ke mangkuk Yuri. “Hati-hati ya, masih panas,” lanjutnya.
“Iya..” jawab Yuri.
“Selamat makan..” kata Minho dan Yuri serentak.
Mereka pun makan dengan lahap dan sambil berbincang-bincang.
“Yuri noona sangat pandai menari ya.” kata Minho sambil memakan bossam-nya.
“Hehehe.. Enggak kok..!!” Yuri menggeleng kecil.
“Tapi aku suka banget kalau melihat Yuri noona menari..” kata Minho lagi.
“Minho dongsaeng juga pandai menari kan??” gantian Yuri yang menanyakan.
Minho hanya tersenyum.
“Hayoo… Pokoknya tahun depan, SHINee harus menang dalam Minhwa Dance Battle!! Okeh??” Yuri menumbuk lengan Minho dengan ringan. Keduanya pun tertawa.

Setelah makan, mereka jalan-jalan, menikmati udara sejuk dan segar malam itu.
Karena memakai cardigan yang lumayan tipis, Yuri sedikit menggigil kedinginan.
Minho melihat Yuri. Kemudian ia melepaskan jaketnya dan merangkulnya ke tubuh Yuri.
Yuri sedikit terkejut.
“Ehh, gak apa-apa kok, aku gak kedinginan,” Yuri segera melepaskan jaket Minho. Ia takut Minho-lah yang akan kedinginan karena ia hanya memakai T-shirt.
“Nih pakai..” Yuri mengembalikan jaket ke Minho. “Tar sakit loh!” lanjutnya.
Minho enggan memakainya. Kembali ia merangkul jaket tersebut ke tubuh Yuri.
Yuri menatap Minho, hendak mengomelinya dan mengembalikan jaket tersebut, tetapi tidak jadi karena… TIBA TIBA… salju turun dari atas langit.
“Huahh..!! Turun salju,” jerit Yuri. Ia mendekatkan kedua tangannya, hendak menampung salju tersebut.

Suasana di jalan malam itu sangat ramai, ada yang juga sedang jalan-jalan malam, ada yang sedang menunggu di depan lampu merah untuk menyeberangi zebra cross, ada yang sedang menunggu bus, dsb.

Sambil jalan-jalan, Yuri menggosok kedua tangannya dan menghembusnya. Ia lupa membawa sarung tangannya. Cuaca malam itu sungguh sejuk, apalagi turun salju.
Tiba-tiba Minho memegang tangan Yuri dan membantunya menggosok supaya lebih hangat.
Yuri melihat ke arah Minho, ia merasa bersalah karena memakai jaket Minho dan Minho kelihatan seperti juga sedang kedinginan.

Mereka berjalan sampai di depan lampu merah, hendak menyeberangi zebra cross. Mereka berhenti sejenak, karena lampu masih berwarna merah.
Tit..tit..tit..tit.. lampu berubah menjadi warna hijau. Mereka dan penyeberang lain melangkahkan kaki menyeberangi zebra cross tersebut.

Saat menyeberangi, Yuri berada di sebelah kanan, tiba-tiba dari arah kanan ada pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan kencang yang sepertinya sebentar lagi akan menabrak Yuri.
Minho yang berada di sebelah kiri Yuri melihat sepeda motor tersebut.
“NOONAAAA…” jeritnya. Secara spontan Minho menarik tangan kiri Yuri dan Yuri terhempas ke dalam pelukannya.
Yuri terkejut. Sepeda motor tersebut pun menerobos lampu merah dan pergi dengan kecepatan kencang.
Minho segera melepaskan Yuri dari pelukannya. Karena lampu hijau tinggal 8 detik, Minho menggenggam tangan kiri Yuri dan menariknya menyeberangi jalan.
Yuri tampak masih shock dengan kejadian tadi.

Sesampai di seberang jalan, Yuri menyadari Minho sedang menggenggam tangannya. Minho segera melepaskan tangan Yuri. Mereka berjalan bersama, namun keduanya terdiam, tidak berani melihat ke arah satu sama lain, keduanya menjadi malu.

Yuri merasa kedinginan. Ia meletakkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya.
Minho juga kedinginan. Yuri merasa bersalah lagi. Ia segera melepaskan jaket milik Minho tersebut, dengan cepat ia merangkulkannya ke tubuh Minho, kemudian mempercepat langkahnya hingga 1m di depan Minho. Yuri masih merasa malu.
Karena tidak tahan dinginnya, Yuri memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana jeansnya.

Minho yang juga sangat kedinginan pun segera memakai jaket yang dikembalikan Yuri. Ia memasukkan tangannya ke saku jaket dan menghampiri Yuri yang berjalan 1m di depannya.

Di depan sebuah toko, Yuri berhenti. Ia melihat dari luar jendela sebuah bola kristal salju yang terpajang di depan.
Minho mengikuti Yuri dan berdiri disampingnya.
Yuri tersenyum sambil melihat bola kristal salju tersebut. “Sangat lucu ya.”
“Noona mau membelinya??” tanya Minho dengan muka kebingungan.
Yuri hanya menggeleng. Ia memang ingin membeli bola kristal salju tersebut, tapi setelah dipikir-pikir, itu hanya sebuah pemborosan, makanya Yuri tidak jadi membelinya.

Mereka kembali berjalan-jalan.
Minho dan Yuri sepakat untuk pulang karena tidak tahan dengan cuaca yang sangat sejuk malam itu.
“Jalannya harus cepat supaya tidak kedinginan,” canda Minho.
“Benarkah??” tanya Yuri dengan mukanya yang polos.
Mereka pun mempercepat jalan mereka, berjalan selayaknya seekor bebek.
“Hahahahahahahaha…” keduanya tertawa melihat tingkah laku mereka yang kekanak-kanakkan itu. Canda tawa di antara mereka pun hidup kembali setelah beberapa menit terdiam akibat merasa malu.

Minho pun mengantar Yuri pulang ke apartmentnya.
Sesampainya..
Minho membukakan pintu mobil.

“Gomawo…,” kata Yuri sebelum masuk ke apartmentnya.
Minho tersenyum. “Good night Yuri noona..,” lanjutnya.
“Jaljayo..!” Yuri tersenyum.
Keduanya menunduk 90 derajat.
Yuri pun berjalan masuk ke apartmentnya.

Malam harinya, Minho tidak bisa tidur karena masih memikirkan kejadian yang terjadi di zebra cross tadi.
Begitu pula Yuri. Sambil menghiasi home di cyworldnya, Yuri meng-update status di twitter-nya. “Thank you for today, Minho dongsaeng~ ~ ^^”

*****
Sejak saat itu, Minho dan Yuri menjadi sangat dekat.
Setiap hari di kampus, mereka selalu kelihatan berdua, baik saat sedang berada di kantin maupun saat latihan dance.
Saat latihan dance terutama Latin Dance, mereka menjadi partner yang sangat dekat.
Sampai-sampai Tiffany, Seohyun, Yoona dan anggota grup SHINee mengira mereka sedang berpacaran.
Keduanya menjelaskan bahwa mereka tidak berpacaran melainkan dekat sebagai kakak dan adik.

Minho dan Yuri juga saling berbagi cerita. Selain itu mereka juga berbagi suka dan duka. Keduanya sangat akrab dan dekat karena memiliki hobi yang sama. Saat ngobrol juga sangat nyambung.
Minho sangat senang berada di dekat Yuri karena ia merasa Yuri seorang noona sangat baik, cantik, ramah, dan sangat nyaman berada di dekatnya.
Minho sadar bahwa ia sangat suka dengan Yuri.
Namun banyak hal yang menjadi alasan mengapa Minho takut untuk mengutarakannya.
Selain perbedaan umur 2 tahun, Minho juga tau bahwa Yuri menyukai Taeyang. Untuk itu ia tidak ingin memaksakan kehendaknya. Ia sudah merasa sangat senang dan bersyukur karena dapat berada di sisi Yuri, menghiburnya dan menemaninya.

*****
Seminggu berlalu dengan cepat.
Tiba-lah hari Jumat, sehari sebelum dance battle menuju final dimulai.
Hari ini, Taeyang dan anggota Big Bang-nya telah kembali dari Jepang..!!! Mereka menaiki pesawat malam.
Kabar gembira datang dari mereka. Big Bang mendapat peringkat pertama dalam dance battle melawan grup-grup jago lainnya yang diadakan di Jepang. Yah, maklum saja karena Big Bang memang terkenal di mancanegara terutama seluruh Asia. WOW!!!

*****

Tags:

“Morning honey…!!” Tiffany datang menghampiri Yuri yang masih tertidur pulas dan tidur disampingnya.

“Huuuaaammm..” Yuri bergumam.

Tiffany dengan isengnya memeluk Yuri dan keduanya pun tertawa.

Hari ini adalah hari Minggu dan keempat gadis ini berencana untuk menghabiskan waktu di apartment saja.

Setelah mandi, Yuri berjalan menelusuri dapur. Selain pandai akting dan menari, Yuri juga jago membuat kue. Ia berencana untuk membuat kue brownies untuk ketiga temannya. Yuri mempersiapkan peralatan serta bahan-bahan yang akan digunakan dan mulailah ia membuat kue. Sementara itu, Yoona, Seohyun dan Tiffany sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Setelah 20 menit, kue siap dibuat. “Hmmm” Yuri menghirup aroma dari kue brownies tersebut. Ia pun meletakkannya di meja makan.

“Yay! Ada brownies buatan Yuri honey..!!” Tiffany langsung menyerbu dan mengambil satu potong kue brownies tersebut. Yoona dan Seohyun datang dan masing-masing mengambil satu potong.

“Enakkkk…!!!” kata Seohyun sambil mengunyah kue brownies.

“Sapa dulu yang buat… ya kan??” Yoona tertawa kecil dan menyenggol Yuri dengan sikunya.

Yuri tersenyum dan berjalan ke arah dapur. Ia menyisakan setengah bagian dari kue brownies yang ia buat dan menyimpannya di dalam kotak makan. Rencananya Yuri ingin memberikan kue tersebut ke Taeyang. Ia ingin Taeyang mencicipi kue brownies yang ia buat. Meskipun agak takut dan ragu untuk memberikannya, namun Yuri memberanikan dirinya. Ia meyakinkan dirinya bahwa besok ia tetap harus memberikan kue brownies tersebut ke Taeyang.

Hari minggu terasa begitu cepat berlalu. Selain melakukan aktivitas masing-masing, mereka juga menyempatkan diri untuk latihan dance untuk dance battle minggu depan.

*****

Keesokan harinya…

Hari Senin umumnya adalah hari yang paling tidak disukai hampir semua orang. Tetapi tidak untuk Yuri. Ia sangat menantikan hari ini karena hari ini, pertama kalinya Yuri memberanikan diri untuk memberikan kue buatannya ke Taeyang.

Sebelum berangkat, Yuri memeriksa tasnya. Ia takut lupa membawa kotak makan yang telah dipersiapkannya kemarin.

Keempatnya pun bersiap untuk berangkat ke kuliah. Seperti biasa, Yoona yang menyetir mobil. Hari ini cuaca terasa sedikit lebih sejuk karena sudah memasuki bulan November yang artinya sebentar lagi akan turun salju. Mereka berpakaian sedikit lebih tebal karena takut akan sakit. Suasana di mobil hari ini terlihat sedikit lebih kaku. Suasana hening. Semuanya terlihat masih ngantuk apalagi cuaca sejuk yang sangat mendukung untuk tidur. Hanya Yuri-lah yang terlihat lebih bersemangat.

Sesampainya di kampus, keempatnya berjalan masuk ke kelas. Yuri menunggu kedatangan Taeyang, tetapi sampai bel berbunyi dan dosen sudah masuk kelas, Taeyang belum juga datang.

“Sabar, Yul.. Mungkin dia terlambat…” Yuri berbicara dalam hati.

“Wah, Taeyang tidak datang hari ini..” terdengar dua orang temannya yang sedang berbicara.

“Emang dia kemana?” tanya Tiffany ke salah satu temannya itu.

“Oh, dia pergi ke Jepang bersama grup Big Bang-nya untuk mengikuti perlombaan dance.” jawab salah satu dari mereka.

Yuri mendengar perbincangan mereka. Raut mukanya berubah 180 derajat. Ia menjadi down dan tidak bersemangat. Ia meletakkan pena-nya dan berhenti menulis. Yuri menghela nafas sejenak dan melepaskan pandangannya ke luar jendela.

Bel berbunyi. Pelajaran hari ini pun selesai. Waktu terasa sangat lambat berlalu bagi Yuri.

Seperti biasa,Yuri, Yoona, Tiffany dan Seohyun harus melanjutkan kegiatan ekskul mereka yaitu dancing. Dengan tidak bersemangat, Yuri mengikuti ketiga temannya berjalan memasuki ruangan latihan. Mereka meletakkan tas di bangku istirahat dan mengganti pakaian mereka di ruang ganti baju.

Kemudian para trainee pun berkumpul…

Salah satu trainee mulai menjelaskan. “Dikarenakan trainers sedang pergi ke luar negeri untuk mengikuti perlombaan, yang akan menggantikan mereka hari ini adalah Sir Jansen dan Ms Annie. Mereka adalah couple dancer yang terkenal dengan tarian Latin dance. Keduanya berasal dari Amerika. Mari kita persilakan mereka berdua…”

Semua orang bertepuk tangan. Sir Jansen dan Ms Annie berkumpul di tengah mereka. “Good morning everyone. My name is Jansen Daniel and you can just call me Jansen and this is my partner Annie. Today and the next following days, maybe around 2 weeks, we are going to replace your trainers and we are going to teach you about Latin dance. So, I would like you to be in partner, one boy and one girl.”

Semuanya pun mencari partner masing-masing. Yuri tampak kebingungan karena Taeyang lah yang seharusnya menjadi partnernya. Tetapi dikarenakan ia tidak dapat hadir, maka Yuri tidak mempunyai partner.

“Yuri sunbae, ini Choi Minho, salah satu murid baru di club ini. Bisakah kamu menjadi partner semantara nya, ya mumpung kan Taeyang sunbae tidak hadir hari ini.” Key, teman sekelompok Minho mendatangi Yuri dan menanyakan hal tersebut kepadanya.

“Oh, baiklah.” Yuri menjawab dengan ramah dan tersenyum.

Minho mendekati Yuri. Ia menunduk 90 derajat. “Annyeonghaseyo Yuri sunbae,” kata Minho sambil tersenyum.

“Annyeonghaseyo Choi.. Min..ho dongsaeng..?” Yuri menunduk 90 derajat dan ia tampak ragu dengan nama Minho.

“Ah… Ne, Jonun Choi Minho imnida.. Kelas 1 jurusan theater.. mmm.. Mannaso banggapsumnida…”

“Oh, Jonun Kwon Yuri imnida… Kelas 3 jurusan theater..”

Keduanya saling tersenyum.

“Okay..” Sir Jansen menepuk kedua tangannya.. “Let’s start our Latin dance today. Are you ready? One two three. One step, two step….” Sir Jansen dan Ms Annie mengajar dengan penuh kesabaran. Karena ini adalah pertama kalinya mereka menari Latin dance, sehingga semuanya merasa lucu.

Yuri dan Minho tampak sangat kaku. Minho memegang tangan Yuri. Yuri terlihat sangat profesional karena ia sudah terbiasa menari dengan partner, sedangkan Minho yang baru pertama kalinya terlihat kaku dan malu. Mereka pun menari sesuai instruksi Sir Jansen.

…….

“Let’s take a break for 10 minutes guys!”

Yuri dan Minho bersama-sama berjalan ke arah bangku istirahat. Mereka mengambil handuk masing-masing dan menghapus keringat mereka. Yuri terlihat sangat lelah. Ia sangat tidak mood hari ini. Minho melihat Yuri sejenak, ia menyadari Yuri sedang tidak mood karena tidak seperti biasanya dimana Yuri selalu ceria dan tersenyum.

Yuri mengambil kotak makan dari dalam tasnya. Ia tersenyum kecil ke arah Minho dan memberi aba-aba ke Minho untuk mengikutinya ke taman belakang.

Di taman belakang, mereka duduk di bangku yang terletak di bawah pohon yang besar dan rindang. Yuri membuka kotak makannya dan menyodorkan brownies tersebut ke Minho.

Minho tampak kebingungan. Ia menatapi Yuri.

“Sunbae yang buatkah?” Minho pun mengambil satu potong kue brownies tersebut.

“Iya, enak tidak?” tanya Yuri.

Minho mencicipi kue brownies buatan Yuri. Sambil mengunyah… “Mmm… enak…”

“Benarkah?” tanya Yuri sambil tersenyum bermaksud menyindir pernyataan Minho tersebut.

Minho tertawa kecil “Iya, enak…”

“Haha.. Nih ambil lagi kalau mau..” Yuri pun ikut mengambil satu potong.

Tiba tiba..

“Hei!” Seohyun mengagetkan mereka berdua dari belakang.

Yuri dan Minho segera berbalik dan berdiri.

“Dasar..” Yuri menggelitik Seohyun sambil tersenyum.

“Annyeonghaseyo..” sapa Tiffany dan Yoona dengan tubuh menunduk 90 derajat.

“Annyeonghaseyo..” Seohyun ikut menyapa, tubuhnya juga menunduk 90 derajat.

“Ne, annyeonghaseyo sunbaenim..” Minho tersenyum manis dan menunduk 90 derajat. “Jonun Choi Minho imnida.. Mannaso banggapsumnida,” lanjutnya.

Ketiganya membalas senyum Minho.

“What a killer smile..” Tiffany berbisik ke Yoona yang berada di sampingnya.

“Ah, ini saya perkenalkan… Mereka adalah teman baik saya.. Yang manis ini bernama Seohyun,” Yuri menunjuk ke arah Seohyun.. “ Kalau yang cantik ini bernama Yoona dan yang seksi ini bernama Tiffany.” Yuri menunjuk ke arah Yoona dan Tiffany.

“Huh, dasar.. maluin tau!!” Tiffany menjadi malu. Semuanya pun tertawa.

“Choi Minho…” dari arah belakang terdengar suara yang memanggil nama Minho. Mereka berlima membalikkan badan dan ternyata Taemin dari grup SHINee, salah satu teman seanggota Minho memanggilnya.

Minho berpamitan dan pergi menghampiri Taemin.

Yuri, Tiffany, Yoona dan Seohyun duduk di bangku taman tersebut. Yuri menyodorkan kue brownies yang masih tersisa ke ketiga temannya itu.

“Wuah, kue yang semalam?” tanya Tiffany tanpa basa basi.

“Hehe.. Iya..” jawab Yuri.

“Ohhhhh.. kamu sengaja ya menyimpannya untuk Minho… ya kan, ya kan..??” sindir Tiffany.. “Hahaha…” Yoona dan Seohyun tertawa sambil memakan kue brownies.

“Bukan kok..” jawab Yuri dengan muka pasrah.

“Jadi?” tanya Tiffany bingung.

“Kok sedih, kenapa sih?” tanya Yoona.

“Iya, dari tadi pagi kamu kelihatan sedih.. kenapa honey??” lanjut Tiffany.

“Sebenarnya.. aku pengen memberikan kue brownies ini ke Taeyang. Tapi dia malah gak datang.. huhhh…” Yuri menghela nafas sejenak.

“Sudah kuduga, pasti kuenya buat Taeyang..” kata Seohyun.

“Ohhhh… pantesan… udah-udah.. Ntar kalau orangnya uda pulang. Buatin lagi yang lebih enak. Okeh honey??” Tiffany menghibur Yuri dan merangkul tangannya.

“Jangan sedih dong..!” lanjut Yoona.

“Iya.. iya.. hehehe…” Yuri pun tersenyum.

“Oh ya, Choi Minho anak kelas brp sih?” tanya Seohyun penasaran.

“Dia itu 2 tahun dibawah kita.. Kelas 1, jurusan theater juga..” jawab Yuri.

“Ohhh….” ketiganya mengangguk.

10 menit pun berlalu…

Semuanya kembali ke ruangan dance dan mencari partner masing-masing.

Latin dance dilanjutkan kembali.

…….1 jam kemudian……..

“Okay, that’s all for today. See you guys again tomorrow..!!” kata Sir Jansen.

“Okay sirrrr…..!!!” semua menjawab.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Latihan hari ini memang lebih lama dari biasanya dikarenakan kedatangan banyak murid baru sehingga perlu latihan ekstra.

Setelah berganti pakaian, Yoona mengajak ketiga temannya untuk lunch di restoran Italia yang bernama De Lasto. Mereka pun setuju.

Yuri berjalan menghampiri Minho yang sedang menyusun barang-barangnya.

“Mau lunch bareng?” tanya Yuri tiba-tiba yang mengagetkan Minho.

“Eh?” Ia tampak kebingungan. “Ehhh… Maaf, tapi kayaknya aku tidak bisa, Yuri sunbae. Aku diharuskan mengikuti dance gelombang dua karena aku murid baru.” lanjutnya.

“Ohh, ya sudah, tidak apa-apa. Kapan- kapan aja lunch barengnya..” Yuri tersenyum. Ia pun berpamitan dengan Minho dan berjalan ke arah temannya.

Sebenarnya Minho sangat ingin pergi lunch bareng dengan mereka, tetapi berhubung ia telah berjanji dengan anggota grup SHINee bahwa mereka harus latihan ekstra, ia pun menolak ajakan Yuri tersebut.

Sampailah keempat gadis tersebut ke restoran De Lasto…

“Pesan spaghetti rasa sapi 1, rasa chicken favorit 1, pizza paprika-nya 1, salad-nya 1, cappuccino latte-nya 1, floating island-nya 2, dan ice lemon tea-nya 1. Makasih..” Yoona pun mengembalikan menu makanannya itu ke pelayan.

15 menit kemudian… pesanan datang..

Sambil makan mereka berbincang-bincang.

“Untuk lomba berikutnya, kalian pengen dance dengan konsep apa?” tanya Yuri ke tiga temannya itu.

“Karena sebelumnya kita sudah memakai konsep hip hop, bagaimana kalau kita pakai konsep freestyle? What do you guys think?” Tiffany memberikan usul.

“I think it’s good” jawab Seohyun.

“Yah, think so” lanjut Yoona.

“Baiklah……..!! Deal!!!”

Selesai makan, mereka membayar bil dan berangkat pulang.

Setiba di apartment, Yuri dan Yoona merapikan apartment mereka. Setelah itu, mereka berleha-leha sejenak. Yuri masuk ke kamarnya, membuka laptopnya dan melanjutkan tugasnya yaitu mengetikkan proposal dramanya. Saat Yuri sedang serius mengerjakan tugasnya..

Oh Oh Oh Oh Ppareul Saranghae, Ah Ah Ah Ah Mani Mani He!

Ringtone handphone Yuri berdering.

Ia melihat sejenak ke layar hp, namun ia tidak mengenal nomor tersebut. Yuri dengan ragu menekan tombol Yes…

“Yoboseyo?” tanya Yuri dengan suara pelan.

“Annyeonghaseyo, Yuri noona??” tanya cowok tersebut.

Yuri merasa mengenal suara cowok itu, namun ia masih sedikit ragu.

“Minho dongsaeng?” tanya Yuri.

“Ne..” jawab Minho.

“Ohh… Hehe..” Yuri tersenyum kecil.. “Minho ssi, waeyo?” lanjut Yuri.

“Aniyo.. Saya cuma ingin bertanya, ehhh… apakah… Yuri noona… punya waktu… malam ini…?” Minho merasa malu dan segan, namun ia memberanikan diri untuk menanyakannya.

Terdengar suara hening sejenak.

Yuri tampak kebingungan, ia terkena dilema. Di satu sisi ia ingin sekali hang out dengan Minho, tetapi di sisi lain ia telah janji dengan ketiga temannya itu untuk latihan dance bersama malam ini.

Dengan sedikit rasa kecewa, Yuri pun menolak ajakan Minho dengan suara lembut.. “Minho dongsaeng ah, mianheyo. Noona tidak punya waktu malam ini. Saya sudah berjanji dengan Tiffany, Yoona dan Seohyun untuk berlatih dance bersama.”

“Ohh, tidak apa-apa noona. Untuk persiapan dance battle Sabtu minggu depan kah?” tanya Minho.

“Iya..”

“Kalau begitu fighting, Yuri noona..!!” Minho memberi semangat ke Yuri.

“Gomawo..!! Ne, fighting…!!” jawab Yuri.

“Hehe.. okay then.. see you tomorrow..”

“Okay, see you.. ”

Yuri menutup teleponnya.

Malam itu, mereka menghabiskan waktu 5 jam untuk latihan dance. Kali ini, mereka harus lebih bersemangat lagi agar dapat masuk ke babak 20 besar/semifinal.

*****

Tags:

Choi Minho berjalan memasuki arena dance battle. Hari ini adalah hari pertama ia mengikuti ekskul Minhwa Dance Club. Ia tampak kebingungan karena arena dance battle hari ini dipenuh dengan orang-orang yang tengah berdiri, ada yang mengambil pom-pom selayaknya seorang cheerleaders. Ia pun berjalan sendirian ke arah sudut sambil melihat ke arah pentas, menantikan penampilan dari setiap grup.

Ya, hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua mahasiswa-mahasiswi universitas Minhwa karena merupakan salah satu hari bersejarah, “Minhwa Dance Battle”. Perlombaan ini memang dilakukan setiap tahun. Pemenang dalam perlombaan ini akan diikutsertakan ke dalam perlombaan dance lainnya baik di dalam maupun luar negeri. Big Bang adalah salah satu grup yang pernah mendapat peringkat pertama dan berhasil mengikuti perlombaan di mancanegara. Perlombaan dance battle ini diikuti oleh seluruh anggota/trainee dari Minhwa Dance Club. Setiap orang membentuk satu kelompok/grup yang beranggotakan minimal 2 orang dan maksimal 7 orang. Tema untuk dance battle adalah bebas sehingga setiap kelompok diperbolehkan memilih jenis tariannya, seperti hip hop, break dance, free style, ballet, popping, dsb.

Yuri, Yoona, Seohyun, dan Tiffany berada dalam 1 grup yang bernama 4th Generation. Yuri adalah lead dancer dalam kelompok tersebut sehingga dia-lah yang memimpin semuanya.

Pagi ini, semua orang tampak antusias, termasuk keempat gadis tersebut. Hari ini mereka bangun jam 5 untuk melakukan latihan terakhir sebelum battle dimulai.

Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi. Sebentar lagi perlombaan akan dimulai. Grup yang bernama 4th Generation ini mendapat nomor urut ke 24 untuk audisi pertama. Yang menjadi juri pada pertandingan tahun ini adalah kelima anggota Big Bang. Para juri tersebut hanya akan memilih 30 grup dari 50 grup yang ada, untuk itu mereka sangat bersemangat dan menampilkan penampilan terbaik agar dapat masuk ke 30 besar.

Tepat pukul 8 pagi, perlombaan pun dimulai. Peserta pertama menampikan penampilan mereka. Terdengar suara sorak sorai dari luar. Tampak beribu-ribu penonton yang datang menyaksikan.

Peserta kedua, ketiga, dst…. Hingga peserta ke 20…

“Sebentar lagi giliran kita,” Yuri memberitahukan ketiga temannya itu. Mereka berkumpul membentuk lingkaran kecil, menyatukan tangan kanan mereka dan sama-sama menjerit “ GoGoGo, FIGHTING…!!!” Keempatnya saling memberikan support ke satu sama lain.

Peserta ke 23…

Yuri mengintip sejenak ke arah penonton, kemudian ke arah juri. Ia melihat keberadaan Taeyang. Tanpa sadar, ia tersenyum kecil. Entah mengapa, tetapi Yuri menjadi bersemangat setelah melihat Taeyang. Ia menjadi yakin bahwa ia harus menampilkan yang terbaik di depan cowok idamannya itu.

Tiba giliran mereka.

Music Start…….

“Wooohhhhhhh!!!!!!!!!!!!” terdengar suara heboh dari penonton.

Dengan gaya hip hop, mereka pun mulai menari. Mereka memakai tank top berlapis jacket dan celana panjang berwarna hitam.

Minho melihat penampilan mereka. Ia dan penonton yang lain tampak sangat menikmati dance mereka. Mereka menari dengan penuh semangat.

Sekarang giliran Yuri menampilkan solo dancenya, sementara ketiga temannya yang lain berdiri di samping. Yuri tampak cantik, hot dan sexy. Ia menari dengan stylenya yang super duper keren. Minho terpukau. Ia tersenyum kecil. Banyak cowok-cowok di belakangnya yang menjerit “Yuri…Yuri….!!!!”

“Yu..ri….” Minho mengulangi nama tersebut.

Giliran Yoona yang menampilkan solo dancenya, semua cowok pun terus menjerit dan memanggil nama Yoona, begitu pula saat Tiffany dan Seohyun solo dance.

Dance pun selesai. Musik berhenti. Para penonton bertepuk tangan. Minho tersenyum dan ikut bertepuk tangan.

“Yuri…” sekali lagi Minho mengulangi nama tersebut.

“Yeahhh…” Di belakang pentas, Tiffany tersenyum lebar. “We have done our best…!!” lanjutnya.

Mereka menyatukan tangan mereka dan sama-sama menjerit “ GoGoGo…. FIGHTING….!!!!!”

Giliran kelompok lain yang menampilkan penampilan mereka. Semua kelompok menari dengan sangat bagus.

Peserta ke 50…………………..

“Demikianlah dance battle kita hari ini. Para peserta/kelompok telah tampil. Semuanya tampil dengan sangat bagus. Tetapi hanya 30 kelompok saja yang akan lolos dan maju ke babak semifinal minggu depan. Siapa sajakah kelompok tersebut?? Hayoo.. penasaran bukan? Baiklah, para juri telah menentukan kelompok mana yang berhasil lolos. Sekarang kami akan mengumumkannya. Kelompok yang berhasil lolos adalah…..”

Deg deg deg, jantung Yuri berdetak sangat cepat. Ia memegang erat tangan Seohyun. Tangannya berkeringat. Ia mendengar nama-nama kelompok yang berhasil lolos. Tetapi belum terdengar nama kelompok mereka. Dalam hati ia terus berdoa.

Tiba-tiba “……….4th Generation!!!!”

“Yeahhh…!!!” serontak mereka menjerit kegirangan.

“Kita lolos…!!!” mereka saling memeluk satu sama lain.

Banyak yang berjalan ke arah mereka dan memberikan ucapan selamat.

“Chukhaeyo…”

“Ne, kamsahamnida….”

Minho datang mendekati mereka. Ia hendak mengucapkan selamat, namun karena merasa segan, ia hanya melihat dari kejauhan. Ia menatapi Yuri yang sedang tersenyum dengan orang-orang di sekitarnya.

Yuri menyadari ada yang melihatnya. Ia menatapi cowok itu dan tersenyum kepadanya. Minho pun membalasnya dengan senyumnya yang manis. Keduanya saling bertatap-tatapan dan tersenyum.

Tiba- tiba ada yang menepuk bahu Yuri.

“Yul, sapa sih?” Ternyata itu Seohyun. Ia tampak kebingungan melihat Yuri yang tersenyum pada cowok asing itu.

“Entahlah.” Yuri pun melarikan pandangannya ke Seohyun dan mereka pun pergi.

*****

“Choi Minho….. Ada yang bernama Choi Minho?”

Minho mendengar ada yang memanggil namanya. Ia mengangkat tangan kanannya dan berjalan ke arah datangnya suara tersebut. Ternyata ia dipanggil oleh wakil ketua Minhwa Dance Club yang bernama TOP, anggota Big Bang tersebut.

“Oh, kamu yang bernama Choi Minho?” Tanya TOP untuk memastikan. “Begini, mulai besok, kamu bisa mengikuti ekskul dancing sesuai jadwal yang telah ditentukan… mmm… yaitu pukul 10 pagi, gelombang pertama….”

“Iya sunbae.” Minho mengangguk.

“Minho, Onew, Jonghyun, Key dan Taemin, kalian satu kelompok. Bagaimana?” tanya TOP.

“Ah baiklah, tidak ada masalah.” jawab Minho.

“Hey, bro!” sapa Onew. Mereka pun saling berkenalan. Kelimanya sepakat untuk membentuk grup yang bernama SHINee.

*****

Jam menunjukkan pukul 11 malam. Yuri belum tidur karena ia sedang mengerjakan tugas proposal dramanya. Dengan serius ia mengetikkan dialog drama di Ms. Word, tiba-tiba terdengar “BUZZ!” Seseorang memanggilnya di kotak chat msn.

Yuri terkejut karena itu adalah Taeyang!!!

Ia tersenyum sendiri.

RealTaeyang : “Hello.. You danced so good this morning.. ^^”

KwonYuri : “Really? Thanks! ^^”

RealTaeyang : “Yeah.. haha..”

KwonYuri : “^_^”

RealTaeyang : “Oh so, okay then.. see you tomorrow ^^”

KwonYuri : “Okay, see you ^_^”

Yuri sign out dari account msn-nya.

Yuri sebenarnya ingin chatting yang lebih lama dengan Taeyang. Tetapi karena Yuri malu dan masih sangat shock, maka ia pun memendam hasratnya itu.

Yuri membuka twitter accountnya dan meng-update status “OMG! We chatted for the first time.. ^^”

Yuri sangat senang malam itu dan ia pun terus tersenyum.

*****

Tags:

Ini adalah Fanfic pertama saya, harap dimaklumi ya kalau ada kata-kata yang salah. Commentnya sangat dibutuhkan. Cerita ini berdasarkan fakta bahwa saya sangat menyukai Minyul couple. Alasan saya menggunakan Taeyang oppa, karena Kwon Yuri pernah digosipkan “blind date” dengan Taeyang. Hehe. Ini adalah fanfic vers Indonesia. Kalau sudah selesai, saya berencana untuk membuat yg vers Inggris, jadi mohon di tunggu ya. Thanks. ^^

Title : You are The One that I Want

Author : Chely

Pairing :

-Main Characters : Kwon Yuri, Choi Minho, Taeyang

-Other Characters : Yoona, Seohyun, Tiffany, Big Bang, SHINee

Genre :

Chapter : 1/

Rating :

Summary : Taeyang dan Kwon Yuri terkenal sebagai couple terfavorit dalam Minhwa Dance Club. Keduanya sangat pandai menari. Yuri jatuh cinta kepada Taeyang karena menurutnya Taeyang merupakan cowok idealnya. Namun, Taeyang adalah tipe cowok yang cuek terhadap masalah percintaan. Ia hanya memikirkan soal karirnya dan dancenya itu. Hingga suatu ketika, Yuri menyadari ada yang berubah dari Taeyang. Ia menjadi sangat peduli dengan Yuri, bahkan mengajaknya ngedate!

Choi Minho, adik kelas mereka, menyukai Yuri. Tetapi Minho tidak pernah berani mengutarakannya karena Yuri adalah sunbae-nya. Sampai suatu hari, Yuri menyadari keberadaan Minho yang selalu berada disisinya. Akankah Yuri memilih Taeyang, cowok yang diidam-idamkannya? Ataukah ia akan memilih Minho, adik kelasnya itu?

*****

Taeyang, mahasiswa berusia 21 tahun yang sedang menduduki tahun ketiga di universitas Minhwa di Seoul. Selain mengambil jurusan theater, ia juga adalah guru dance/trainer di ekskul Minhwa Dance Club. Taeyang bersama grupnya yang bernama Big Bang yang beranggotakan 5 orang adalah grup yang terkenal dengan keahlian dance yang luar biasa di antara mahasiswa-mahasiswi di universitas Minhwa. Big Bang juga sering mengikuti perlombaan kejuaraan yang diadakan di Korea Selatan dan seringkali merekalah yang mendapat juara pertama dalam perlombaan-perlombaan tersebut. Oleh karena kesibukannya dalam urusan kuliah, theater, dan hobinya ngedance, Taeyang sangat cuek dengan masalah percintaan. Ia hampir tidak pernah membahas soal cewek, meskipun banyak cewek cantik di kampusnya itu.

Kwon Yuri, gadis berusia 21 tahun yang merupakan teman sekelas Taeyang, juga mengikuti ekskul dance di universitas Minhwa. Yuri yang kerap dipanggil Yul itu adalah gadis yang ceria. Ia mempunyai tiga sahabat yang juga merupakan teman sekelasnya dan sama-sama mengikuti ekskul dancing. Mereka adalah Yoona, Seohyun, dan Tiffany. Keempat gadis cantik tersebut membentuk grup yang bernama 4th Generation.

TaeYul adalah nama panggilan untuk Taeyang dan Yuri. Pernah sekali mereka mengikuti lomba Minhwa Couple Dance yang diadakan di kampusnya, dan TaeYul adalah pasangan terbaik dan terfavorit. Untuk itu mereka sangat terkenal dengan sebutan TaeYul.

Choi Minho, cowok berusia 19 tahun ini baru memasuki tahun pertama di universitas Minhwa. Ia juga mengambil jurusan theater. Karena memiliki hobi dance juga, Minho memutuskan untuk mengikuti ekskul Minhwa Dance Club. Minho adalah cowok yang cute, baik, dan simple. Karena merupakan mahasiswa baru, Minho memang belum mengenal banyak tentang teman sekelasnya dan hal-hal yang ada di universitas tersebut.

*****

“Let’s start.. One, two, three.. One step, two steps, three steps, four and five.” Kemudian Taeyang menepuk kedua tangannya. “That’s all for today, guys.”

“Wooh!” beberapa trainee menyahut.

Latihan hari ini pun telah usai. Semua diperbolehkan untuk pulang ataupun mengikuti kegiatan yang lain. Total trainee dalam Minhwa Dance Club sangat banyak, berkisar lebih dari 50 orang. Hal ini karena universitas Minhwa sangat terkenal dengan jurusan theater, music, dan dancenya. Untuk menghindari ruangan yang padat, waktu latihan dance pun dibagi menjadi 3 kali dengan kelima anggota Big Bang sebagai trainersnya.

Yuri berjalan ke arah bangku istirahat dengan kondisi tubuh yang bercucuran keringat. Ia pun mengambil handuknya dan menghapus keringat yang mengguyur di sekujur tubuhnya itu. Kemudian ia mengambil botol minuman dan meminum seteguk. Setelah mengemaskan barangnya, ia melangkah mendekati ketiga temannya.

“Yuk!” Keempat gadis tersebut melangkah ke ruangan ganti baju wanita.

“Hari nih mau kemana?” Tanya Yoona seraya mengganti pakaiannya.

“AHA! Lunch di restoran Sushi Tei aja yuk. Aku pengen makan mie udonnya nih!” Tiffany menjawab dengan penuh antusias sambil menaburkan bedak make up di mukanya.

“Haha, iya, aku juga pengen makan salmonnya!” sahut Yuri yang tengah menyusun baju kotornya ke dalam tas.

“Yul, gimana hubungan kamu sama Taeyang?” Seohyun menyenggol Yuri dengan sikunya.

“Hah? Apaan sih? Aku sama Taeyang gak ada apa-apa kok.” Yuri menjawab apa adanya.

“HUH! Taeyang tuh cuek banget sama cewek. Di pikirannya yang ada cuma dance, dance, dance. Gak pernah ada cewek! Gak bosan apa hidupnya?” Tiffany mengomel.

Benar apa yang dikatakan Tiffany. Meskipun sudah 3 tahun sekelas dengan Taeyang dan pernah berpasangan dengan Taeyang dalam perlombaan Minhwa Couple Dance, Yuri sendiri tidak tahu alasan mengapa Taeyang begitu cuek dan cool dengan cewek. Ia tidak pernah menanyakan hal tersebut kepada Taeyang karena ia tidak berani menanyakannya.

Yuri yang mendengar pernyataan Tiffany itu pun hanya tersenyum kecil.

Keempat gadis itu berjalan keluar dari ruangan ganti baju. Dari arah seberang, terlihat Taeyang berjalan dengan grup Big Bang-nya. Yuri melihat sejenak ke arah Taeyang yang berpapasan dengannya. Taeyang terlihat cuek dan tidak tersenyum bahkan tidak melihat ke arah mereka. Melihat hal tersebut, Yuri semakin yakin bahwa ia harus memendam perasaannya bahwa ia sangat menyukai Taeyang.

*****

Berangkatlah mereka ke Sushi Tei. Seperti biasanya, Yoona-lah yang menyetir mobil yang bermerek Honda Jazz. Sesampainya di Sushi Tei, mereka memesan makanan dan minuman kesukaan masing-masing. Keempatnya sangat menikmati makan siang tersebut. Dengan lahap, canda dan tawa mereka menghabiskan semuanya. Hingga pukul 3 sore… Setelah lunch, mereka melakukan rutinitas sebagai cewek yaitu shopping di Coex Mall. Mereka berjalan mengelilingi mall tersebut dari lantai 1 hingga lantai 7, membeli barang-barang seperti tas, dress, high heels… Jam pun berlalu dengan cepatnya. Tanpa disadari, angka jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Setelah makan malam di restoran Seoul Garden, keempatnya pun bergegas pulang karena kaki mereka sudah pegal dan duit sudah bokek.

“Huaaaa…. Hari yang melelahkan namun sangat menyenangkan!!” jerit Tiffany sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.

“Ya girls, we had a lot of fun today.” kata Yoona sambil menghidupkan mesin mobil.

“Yeahhh….!!!” jawab Yuri dan Seohyun serentak.

Sepanjang perjalanan pulang menuju apartment mereka, mereka melakukan disco kecil-kecilan di dalam mobil, Seohyun menghidupkan radio dengan volume yang keras. Mereka bernyanyi dan menjerit-jerit bagaikan orang yang melepaskan stress. Canda tawa pun terdengar di antara mereka.

“Besok kita harus…???” Seohyun bertanya dengan penuh semangat.

“FIGHTING…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Keempatnya menjawab dengan serentak.

Yah.. besok adalah hari perlombaan dance battle yang diadakan universitas Minhwa. Keempat gadis ini telah melakukan persiapan sejak 2 bulan yang lalu sehingga mereka sangat yakin sekali dengan penampilan mereka besok.

Setelah 20 menit perjalanan, sampailah mereka di apartment yang terletak di Gyeongsang Street.

Apartment mereka terletak di lantai 10, luasnya tidak terlalu luas, namun sangat nyaman dan cukup untuk mereka berempat.

Yoona membuka pintu apartment. Karena tidak tahan dengan keadaan apartment yang berantakan, Yoona pun langsung merapikan majalah dan snack-snack yang berserakan di meja ruang tamu.

“Hoaaammmm…” Seohyun berjalan menyusuri arah sofa dan membaringkan tubuhnya di sofa yang empuk.

Tiffany dengan antusiasnya mengambil barang belanjaannya dan menggotongnya ke kamar.

Yuri tampak santai berjalan ke kamarnya, mengambil laptop kesayangannya yang bermerek Toshiba. Kemudian ia menyandarkan tubuhnya di ranjang dan meletakkan laptop tersebut di atas pangkuannya. Ia mengsign-in twitter accountnya dan meng-update status “I really hope he could take a look at me for a while.” Yuri menghela nafas sejenak dan kemudian membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk. Di dalam pikirannya masih terbayang wajah Taeyang tadi siang. Yuri tampak lelah dan tidak mau memikirkannya lagi. Perlahan-lahan ia pun menutup kedua matanya.

*****

Tags:


  • None
  • Ernawati Stevi Limbong: MANA LANJUTANNYA????
  • leecyntkyu: Kekekeke... Minho oppa udah berani ngajak keluar tuh :D Ya! Yuri eonni kau harus menerima abang ku ya :D :D daebak chingu!!
  • leecyntkyu: Wah ternyata udah ada lanjutannya hehehe... daebak chingu ^^ yyee udah ada Minho oppa! Yuri eonni persis kayak diposisi ku deh :D Minyul jjang Miny

Categories

Archives